YOGYAKARTA, IPMO UGM, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah komersialisasi paten tertinggi di Indonesia. Capaian ini menegaskan komitmen UGM dalam mendorong hasil penelitian dan inovasi agar tidak berhenti pada perlindungan hukum semata, melainkan dapat diintegrasikan ke pasar serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sebagai unit yang mengawal pengelolaan Kekayaan Intelektual di lingkungan kampus, Intellectual Property Management Office (IPMO) UGM memegang peran krusial dalam memfasilitasi seluruh siklus invensi mulai dari identifikasi potensi riset, pelindungan hukum paten, hingga proses akselerasi lisensi dan hilirisasi bersama dunia usaha dan industri.
Ketua IPMO UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras seluruh civitas akademika dan peneliti UGM.
“Keberhasilan ini menjadi dorongan semangat bagi kita bersama untuk terus berkarya. Kami di IPMO berkomitmen memastikan invensi para peneliti tidak hanya berhenti sebagai dokumen pelindungan hukum, melainkan terus didorong dan dikembangkan agar bernilai ekonomi serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. Kompiang.
Dukungan Regulasi dan Arah Kebijakan dari DJKI
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi krusial dalam mempercepat proses pemeriksaan hingga pemanfaatan paten. Dalam agenda UGM IP Forum 2026, Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang DJKI, Dr. Andreansjah, S.T., S.H., M.M., M.Med.Sc., hadir menyampaikan keynote speech mengenai kebijakan pelindungan paten nasional dan akselerasi komersialisasi KI riset perguruan tinggi.
Dr. Andreansjah menegaskan bahwa DJKI terus berkomitmen mendukung inovasi dari perguruan tinggi melalui fleksibilitas regulasi, percepatan proses pemeliharaan paten, serta skema pendampingan agar KI hasil riset kampus dapat terlindungi dengan kuat dan siap masuk ke rantai pasok industri. Dukungan dari DJKI ini memperkuat langkah UGM dalam mempertahankan kepemimpinan dalam komersialisasi paten secara nasional.

Menjembatani Inovasi dan Industri (Bridging IP Protection to Market Integration)
Guna memperkuat capaian tersebut, IPMO UGM bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Usaha UGM menyelenggarakan forum strategis UGM IP Forum 2026 bertajuk “Bridging IP Protection to Market Integration” di Ruang Multimedia I, Gedung Pusat UGM. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program PRIME Step dan Road to GIFTS 2026 (Global Innovation & Future Technology Summit) ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor antara akademisi, regulator, dan pelaku industri.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya kolaborasi ekosistem inovasi dalam sambutannya.
“Sektor akademik berfokus pada penelitian dan pengembangan. Untuk proses manufaktur hingga penetrasi pasar secara luas, UGM tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan dunia usaha dan industri,” ujar Danang.
Komitmen Pelayanan IPMO UGM
Melalui gelaran UGM IP Forum 2026, IPMO UGM bersama Direktur Paten DJKI juga menyerahkan Sertifikat Paten Granted 2026 secara simbolis kepada para perwakilan inventor UGM serta menggelar sesi talkshow interaktif bersama KADIN DIY, PT Swayasa Prakarsa, Startup Fumalife, dan inventor penerima Patent Award.

IPMO UGM akan terus memperkuat layanan pendampingan drafting paten, manajemen portofolio Kekayaan Intelektual, serta strategi komersialisasi guna memastikan invensi civitas akademika UGM terus memimpin komersialisasi paten di tingkat nasional maupun internasional.
Informasi Layanan IPMO UGM:
🌐 Website: ipmo.ugm.ac.id
📩 Email: hki@ugm.ac.id
📍 Kantor: Gedung Pusat UGM, Sayap Barat Lantai 3 Ruang B03-9, Yogyakarta




